Iklan Parepare.com

Weblog Iklan Lokal Jangkauan Global

Ekspor Puntung Rokok ke Swiss

Hebat, sampah bisa jadi uang. Begitu komitmen ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK Kota Malang. Berkat komitmen tersebut, sampah dari buntung rokok mampu dijadikan hiasan dan isi pigura. Hasil dari kerajinan tersebut sudah mampu diekspor ke Swiss.

Beberapa hasil kerajinan dari ibu PKK Kota Malang itu, dipamerkan di acara pameran produk daur ulang sampah yang dilaksanakan di Jalan Gajah Mada, Kota Malang.

Pameran dimulai pada 8 hingga 9 November 2010. Kegiatan itu sendiri dilaksanakan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang. Sampah buntung rokok yang dijadikan hiasan pigura dan isi pigura itu diprakarsai oleh Roro Sulistiawati (63), Jl Keluk Etna No 75 Kelurahan Arjosari kecamatan Blimbing Kota Malang, anggota PKK dari Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Saat memamerkan hasil karyanya itu mengatakan, awalnya, berangkat dari banyaknya pria yang merokok dan dibuang sembarangan. ”Sangat terlihat buntung rokok di mana-mana. Melihat kondisi demikian, terinspirasi bagaimana buntung rokok itu bisa jadi uang,” akunya bersemangat.

Ternyata, setelah ditekuni dan dicari akan dijadikan kerajinan apa yang cocok, ditemukan yang layak dan berpeluang dijadikan hiasan dan juga isi pigura. ”Alhamdulillah, setelah melalui kerja keras bersama ibu-ibu PKK di sini, bisa bermanfaat dan bisa jadi uang,” katanya.

Lebih lanjut Roro mengaku, dengan perjuangan bersama anggota PKK lainnya, karya yang dihasilkan itu sudah mampu diekspor ke Swiss. ”Disana ikut pameran yang diminta dari salah produk rokok di Indoensia,” katanya.

”Alhamdulillah, di Swiss piguranya laku banyak dan banyak yang tertarik dengan pigura yang kita hasilkan,” akunya dengan tak menyebut berapa jumlah yang terjual saat pameran di Swiss itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan kota Malang, Wasto mengatakan, dengan dilakukannya pameran itu akan memberikan keuntungan bagi warga Kota Malang, salah satunya adalah berkurangnya volume sampah.

”Selain itu, bisa menggerakkan masyarakat untuk terus melakukan pemilahan sampah,” kata Mantan Asisten 1 Sekkota Malang ini. Kata Wasto, dengan adanya sampah yang terus didaur ulang, maka akan memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat Kota Malang.

Selain itu, sampah yang berada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau tempat Pembuangan akhir (TPA) juga akan semakin berkurang. Adapun pameran itu sendiri diikuti oleh seluruh kelurahan di Kota Malang, beberapa sekolah seperti SMPN 5, SMAN 5, SMKN 6, SMPN 10, SDN 10.

Ada juga instansi Pemkot Malang yang ikut serta. Di antaranya Dinas kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Kopreasi dan UKM. Dalam pameran yang dilakukan selama 2 hari itu beberapa barang yang didaur ulang antara lain ban bekas, kaleng soda, kertas dan juga plastik bekas.

”Dari barang-barang itu bisa menjadi barang bermanfaat seperti peralatan rumah tangga dan lainnya. Ke depan kami bukan hanya akan terus mendampingi kelompok PKK yang mampu mendaur ulang puntung rokok jadi pigura itu. Tetapi semua kelompok akan didampingin secara intens agar lebih berkualitas dan siap diekspor,” tegasnya. [ain/but]

sumber:beritajatim.com/Yatimul Ainun

Filed under: Artikel / Info, Manfaat Sampah, , , , ,

One Response

Apa anda suka ? Beri Komentar..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Video anda di You Tube

Mencari hunian yang tepat atau INGIN JUAL RUMAH ? disini tempatnya …

Rumah dijual

Mau cari atau menjual mobil Anda ? Klik disini… !!!

Mobil bekas

Daftarkan alamat email anda dan dapatkan info / artikel atau iklan terbaru dari kami. Tetap kunjungi kami.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya

Label Bacaan

Like Facebook

My Twitter

%d blogger menyukai ini: