Iklan Parepare.com

Weblog Iklan Lokal Jangkauan Global

Raih Impian dengan Membantu UKM

TEKNOLOGI setiap harinya mengalami perkembangan. Setelah melihat perkembangan itu, Aldi Haryopratomo dan temannya, Sean DeWitt, Direktur Grameen Foundation, ingin mewujudkan mimpi mereka. Impian mereka tidak lain ialah mendirikan perusahaan jaringan pengusaha mikro terbesar di Indonesia berbasiskan teknologi.

Perusahaan itu nantinya juga memfasilitasi masyarakat perdesaan dalam membayar tagihan listrik, mencari informasi pekerjaan, hingga menjual barang dagangan mereka dengan mudah.

Ide mendirikan RUMA muncul pada 2007, tapi masih mengalami kendala. Aldi dan Sean masih berpikir produk usaha apa yang paling diminati dan mudah dimengerti rumah tangga perdesaan.

Di tahun yang sama, akhirnya jawaban permasalahan mereka muncul.

Pada 2007 penetrasi telepon seluler (ponsel) di Tanah Air sedang menguat. Yang menikmati ponsel tidak hanya kalangan menengah ke atas. Mereka yang sebagian besar tinggal di daerah perdesaan dan secara ekonomi masih lemah menjadi penggerak industri ponsel di Tanah Air.

Tingginya pengguna ponsel di kalangan masyarakat menengah ke bawah dinilai Aldi sebagai kesempatan baginya. Apalagi dengan pengalaman yang dimilikinya dalam berkecimpung di dunia usaha untuk membantu masyarakat perdesaan.

Sebelum merintis RUMA, selama dua tahun ia bekerja di Kiva (2006-2008). Kiva sebuah organisasi nonprofit yang menjalankan program pemberdayaan masyarakat menengah ke bawah dan memberi pinjaman modal kepada dunia usaha mikro di seluruh dunia.

Seakan mendapatkan momentum yang tepat, Aldi bersama Sean tidak menyia-yiakan kesempatan itu. Mereka langsung merintis jaringan usaha isi ulang pulsa prabayar untuk kalangan masyarakat desa.

“Jadi, sebenarnya saya sudah lama berinteraksi dengan masyarakat perdesaan serta dunia usaha mikro. Saya belajar banyak ketika di Kiva itu,” ungkapnya kepada Media Indonesia di kantornya di Jakarta, Kamis (26/4).

Akhirnya Aldi mendirikan PT Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA) yang didirikan pada 2009. Melalui RUMA, ia membantu dan membina para ibu rumah tangga yang memiliki kios sederhana tentang tata cara meningkatkan pendapatan dari berdagang kebutuhan sehari-hari.

Dalam beberapa tahun saja RUMA telah merekrut lebih dari 10 ribu pengusaha yang melayani lebih dari 1 juta pelanggan. Angka itu bahkan kini bertambah menjadi 13 ribu pengusaha yang melayani lebih dari 1 juta pelanggan. Sekitar 85% pelanggan mereka ialah perempuan dan mayoritas hidup di bawah garis kemiskinan sebelum bergabung dengan RUMA.

RUMA yang awalnya dikelola empat orang kini telah mempekerjakan sekitar 100 karyawan. Perusahaan itu telah membuka 11 cabang dan masih beroperasi di sekitar daerah Jawa Barat. “Ke depannya (cabang RUMA) akan dibuka di seluruh daerah di Pulau Jawa. Setelah itu ke depannya lagi baru kita buka di pulau-pulau lain,” jawab Aldi ketika ditanya mengenai program RUMA di masa mendatang.

Pertumbuhan signifikan dengan jumlah pelanggan yang terus meningkat pesat membawa RUMA memenangi berbagai kompetisi bergengsi di tingkat internasional. Di antaranya ialah peringkat pertama pada ajang Harvard Social Enterprise dan peringkat kedua the Global Social Venture Competition (kompetisi ventura global sosial).

Sekolah

Di awal berdiri RUMA, Aldi dengan berat hati harus memberikan kepercayaan kepada pihak lain. Ia harus melanjutkan studinya ke Harvard Business School, Amerika Serikat. Sean masih bekerja di Grameen Foundation.

Ia akhirnya merekrut Budiman Wikarsa dari McKinsey & Co untuk menjadi Direktur Pelaksana Pertama RUMA. Meski begitu Aldi tidak lepas tangan dari impiannya. Bersama dengan Sean dan Budi, mereka mendorong pertumbuhan jaringan pengusaha RUMA.
Setelah empat tahun berada di ‘Negeri Paman Sam’, akhirnya Aldi kembali ke Indonesia. Dari 2011 hingga sekarang, Aldi menjadi CEO of RUMA.

Bagi hasil

Meskipun RUMA berbentuk perseroan terbatas yang mengejar profit, sistem yang dijalankan bersifat bagi hasil. Para pengusaha disebut dengan rekan usaha. “Besaran sharing-nya rata-rata tiga kali lipat lebih besar untuk pengusaha,” ujar Aldi bersemangat.

Ruma merekrut ibu-ibu yang memiliki warung (kios) dengan tingkat umur antara 25 dan 40 tahun. Melalui stafnya di daerah, RUMA mendatangi mereka. Mereka diajari berjualan pulsa prabayar (program Prepaid Mobile Minutes) melalui pesan singkat (SMS) dan aplikasi ponsel. Prepaid Mobile Minutes memang produk usaha dasar paling sederhana yang dikembangkan RUMA. Berjualan pulsa cara awal RUMA mendidik para rekan usaha sebelum mereka diperkenalkan dengan produk-produk lainnya.

Program lainnya ialah survei atau disebut dengan Market Intelligence. Perusahaan besar seperti Danone dan Nestle telah menggunakan jasa mereka. RUMA yang memiliki rekan usaha yang tersebar di desa-desa dan mengenal mereka secara dekat tentunya dapat menyuplai data yang lebih berbobot. Melalui Market Intelligence, uang yang dibayarkan perusahaan juga mengalir ke para peserta survei dalam bentuk pulsa. “Jadi, model sharing-nya adalah perusahaan bayar RUMA dan RUMA bayar klien,” ujarnya.

Aplikasi Market Intelligence itu telah diintergrasikan ke sistem operasi telepon Android. Jadi, lembaga atau perusahaan mana pun bisa secara langsung melakukan survei ke penduduk di perdesaan melalui jaringan RUMA.

RUMA juga mengembangkan program yang memudahkan masyarakat membayar tagihan listrik, cicilan motor, dan air minum. Program itu dinamakan Bill Payments. Program yang paling anyar yang diluncurkan RUMA ialah layanan pencarian kerja berbasis telepon seluler, yaitu Kerja Lokal. Layanan itu tidak jauh berbeda dengan situs pencari kerja lainnya. Kerja Lokal lebih ditujukan bagi mereka yang tinggal di desa dalam mencari pekerjaan dengan penghasilan di bawah Rp3 juta.

RUMA bekerja sama dengan seratus perusahaan dan ada seribu lebih lowongan pekerjaan yang difilter kemudian di-posting di Kerja Lokal setiap harinya. “Ini untuk memudahkan para penduduk desa dalam mencari pekerjaan,” jelas Aldi. Tentunya RUMA tidak sembarangan mengeposkan tanpa mengecek (validasi) keberadaan dan kejelasan lowongan pekerjaan yang ditawarkan perusahaan.

Saat ini perusahaan yang mengeposkan lowongan pekerjaan mereka di Kerja Lokal masih bersifat gratis. Namun, ke depannya mereka akan dikenai biaya. Kerja Lokal juga hadir di Twitter dengan akun @kerjalokal. “Jadi, siapa pun bisa mencari dan mem-posting lowongan kerja di situ,” pungkas Aldi.

PT. RUMA (Rekan Usaha Mikro Anda)
Jl. Ciasem 1 No. 36 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Indonesia
Phone : +621 7204496
FAX : +621 7205295
Email : info@ruma.co.id
Website : http://www.ruma.co.id

Filed under: Artikel / Info, Regional, , , , , , , ,

Apa anda suka ? Beri Komentar..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Video anda di You Tube

Mencari hunian yang tepat atau INGIN JUAL RUMAH ? disini tempatnya …

Rumah dijual

Mau cari atau menjual mobil Anda ? Klik disini… !!!

Mobil bekas

Daftarkan alamat email anda dan dapatkan info / artikel atau iklan terbaru dari kami. Tetap kunjungi kami.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya

Label Bacaan

Like Facebook

My Twitter

%d blogger menyukai ini: